Beranda

Apakah mutu dalam pendidikan?

Tinggalkan komentar

Sering sekali kita terjebak dengan suatu istilah dan meng-arti istilah itu berdasarkan kemauan sendiri-diri, padahal istilah itu mempunyai referensi yang jelas, seperti istilah MUTU. Mutu adalah sebuah proses terstuktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan (Arcaro, 2015; 75). Selanjutnya, Dr. W. Edward Deming secara filosofi menciptakan manajemen mutu adalah untuk memperbaiki kondisi kerja bagi setiap pegawai karena pekerja harus menghasilkan produk yang dapat dipasarkan.

Mutu

Di sekolah mutu, standar mutu ditetapkan untuk setiap rangkaian di dalam keseluruhan proses kerja yang digambar sebagai berikut;

         

 

Di sekolah orang yang bertanggung jawab dengan pengendalian mutu pendidikan lebih banyak ada pada guru, hal ini sejalan dengan pemikiran Prajudi Atmosudirdjo (Guru Besar Ilmu Administrasi UI) dengan bukunya “Dasar-Dasar Imu Administrasi,” jilid I (1982; 60) gambar sebagai berikut;

Dalam gambar organisasi ini,  tanggung jawab mutu pada supervisor atau pada guru karena guru juga memiliki tugas EMASLIM dalam proses pembelajaran, guru sebagai (educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, dan motivator).

Fokus mutu dalam pendidikan

Orang tua
Masyarakat
Pendidikan
   Bisnis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mutu menciptakan lingkungan bagi pendidik, orang tua, pejabat pemerintah dan wakil-wakil masyarakat dan pemuka bisnis untuk bekerja bersama guna memberikan kepada para siswa sumber-sumber daya yang dibutuhkan untuk memenuhi tantangan masayarakat bisnis dan akademik sekarang dan masa depan (Arcaro, 2015; 77-78).

Iklan

Pilar Mutu Pendidikan

Tinggalkan komentar

Pendidikan saat ini mendapat tagihan dari pengguna yautu pendidikan bermutu, apakah sebelum ini pendidikan kita tidak bermutu? Jawabannya sudah terdapat dalam pilar mutu oleh Jerom S Arcaro. Apakah sekolah berprestasi sudah bermutu?  Apakah sekolah yang tidak berprestasi tidak bermutu? Jawabannya sudah terjawab oleh pilar mutu Jerom S Arcaro.

Pilar mutu yang disebut Jerom S Arcaro;

1. Keterlibatan total

Rektor, dekan, direktur, ketua, kepala, dosen, guru harus terlibat secara utuh baik fisik dan non fisik pada visi yang telah ditetapkan serta menerapkan misi, sehingga hasilnya diterima, disetujui, dan diakui oleh pemakai dan pengguna.

2. Berfokus pada konsumen

Pempinan dan civitas lembaga pendidikan pengajaran wajib menyiapkan output/lulusan lembaganya sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh pengguna, maka lembaga pendidikan mensiasati dengan kurikulum yang tidak kaku serta mengacu pada pilar yang ditetap UNESCO; (1) learning to know, (2) learning to do, (3) learning to be, dan (4) learning to life together.

3. Pengukuran

Suatu yang tidak dapat ditawar dalam pengendalian mutu pendidikan adalah pengukuran. Pengukuran suatu yang mutlak, apapun bentuk aktivitas yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan dan pengajaran wajib terukur. Artinya; perencanaan, pengorganisasian, kegiatan, dan lainya terukur. Selanjutnya, dianalisis dan diputuskan.

4. Komitmen

Komitmen dilaksanakan untuk mengwujudkan mutu tidak boleh ber-ubah. Prosedur tetap dan cara dilkasanakan situasional. Organisasi lembaga terkendali dan berjalan secara sempurna. Input – proses – output taat pada azas dan aturan yang telah disepakati. Makanisme organisasi ditaati dan dijalankan, masing-masing memiliki tugas pokok dan fungsi. Enterpreneur, administrtor, executive, operative, dan supervisor saling melimpah wewenang agar mutu terwujud.

5. Perbaikan berkelanjutan

Manajemen mutu artinya manajemen yang mengedepankan perbaikan dan inovasi yang berkelanjutan atau inovasi tiada hentinya.

 

 

Kepuasan

Tinggalkan komentar

Istilah puas dan tidak puas selalu ada pada setiap manusia karena ia berkaitan dengan emosi. Bila emosi individu tidak ada berarti individu itu sudah tidak ada lagi. Pertanyaan, kapan kepuasan itu berakhir? Jawabanya, ketika jasad berpisah dengan nyawa. Jawabanya fulgard, tapi itu kenyataan. Seseorang merasa tidak puas menunjukkan pada pemenuhan akan kebutuhan diri belum tercapai. Orang kaya masih merasa tidak puas dengan kekayaannya, ilmuan tidak puas dengan keilmuannya, orang miskin tidak puas dengan kemiskinannya.

Demikian pula dengan yang lainnya. Abdurrahman bin Auf tidak puas dengan kekayaannya dan bercita-cita menjadi orang miskin karena orang miskin didahulu masuk Surga Allah, sementara orang kaya terakhir masuk Surga Allah (hadist).

Pada zaman Rasulallah terjadi peperangan yang menyebabkan korma tidak terjual dan mebusuk, masyarakat Madinah merasa kesukaran ekonomi lantas Abdurrahman bin Auf memutuskan untuk membeli semua korma masyarakat dengan menjual semua hartanya dan beliau sudah siap dalam bathin untuk miskin, korma busuk itu tidak mungkin laku lagi, hatinya gembira bahwa dia akan miskin. Selang beberapa hari datanglah seorang utusan Raja Yaman menemui Abdurrahman bin Auf untuk membeli korma busuk itu. Abdurrahman bin Auf tidak mau menjualnya. Lantas utusan Raja memohon karena diperguna untuk obat lantaran di Yaman berjangkit suatu penyakit yang obat menurut Tabib adalah korma busuk. Raja Yaman membeli korma busuk Abdurrahman bin Auf 10 kali lipat modal Abdurrahman bin Auf. Maka bagi Raja Yaman merasa puas dapat membeli korma busuk dan Abdurrahman bin Auf tidak puas karena cita citanya tidak tercapai.

Semoga bermanfaat

 

 

 

 

Rizki

Tinggalkan komentar

Rizki menurut ajaran Islam adalah datang dari Allah teruntuk makhlukNya, banyak dan sedikit rizki diterima makhluk disesuai dengan kebutuhan, kepasitas, kesukaan, dan ketamakan makhluknya. Sedikit rizki diterima disebab beberapa alasan, di antara; kurang tamak, menerima apa adanya, merasa cukup, dll. Banyak rizki yang diperoleh karena sebaliknya. Menumpuk rizki tidak dilarang dalam ajaran Islam asal dapat membaginya sebagian kecil kepada orang lain (2.5%). Semut makhluk Allah juga menumpuk rizki yang ia dapatkan sebagai persediaan dikala datang musim peceklik, seperti kemarau, banjir, gempa bumi, kebakara, dan lain sebagainya. Makhluk yang tidak menumpuk harta adalah makhluk yang memangsa makhluk lain, seperti singa, harimau, dan lainnya. Sering makhluk ini mendapat rizki melimpah dan sering juga kelaparan lantaran tidak mendapatkan rizki baru.

Rizki untuk memperpanjang hidup, terutama rizki itu berkaitan dengan keperluan makan dan minum makhluk serta tidak semua rizki berkaitan dengan ini, terdapat banyak rizki yang berkenaan dengan kesenangan, kenikmatan, kesejahteraan, dan lainnya dan ini kebutuhan makhluk manusia tidak terdapat pada makhluk selain manusia.

Rizki akan diterima oleh setiap makhluk tanpa kecuali, ibarat air hujan yang membasahi bumi. Namun masih ada belahan bumi tidak mendapat curahan hujan yang sama, hal ini terjadi di belahan bumi seperti di Gurun Atacama Chile Amerika Selatan yang terletak di antara Pasifik dan pergunungan Andes tidak mendapat curahan hujan dari tahun 1570-1971, terkenal dengan daeah paling tandus di dunia dan sekarang sudah mendapat hujan 1 milimeter (0,04 in) per tahun. Hasil penelitian, bakhteri pun tidak hidup di sini. Fenomena ini dapat diumpamakan dengan rizki pada makhluk.

Demikian pula rizki yang akan diterima oleh makhlum. Fenomena lain, tidak setiap tanah mampu menyerapkan air dan ada pula tanah itu lembab meskipun musim kemarau panjang, sebaliknya, tanah gersang meskipun musim hujan. Semoga bermanfaat.

 

 

Copy dan Paste

Tinggalkan komentar

WA merupa sebuah aplikasi yang booming saat ini dan ia hadir di tengah kehidupan publik yg global, kehadiranya tidak mengenal kelas dalam mayarakat. Demikian juga para akademisi dapat disibukkan oleh WA, di sela-sela dia memberi kuliah masih dapat memposting dan share apa yang dianggap menarik dalam kiriman WA. Sayang WA diperguna haya sebatas memposting dan share kiriman orang lain dan menulis suatu yang tidak bermakna. WA dapat dipergunakan sebagai media untuk mebelajarkan publik dan dipergunakan lebih positif, bukan mendeskridit atau memojok orang lain. Salam hormat.

 

PERSEPSI

Tinggalkan komentar

Suatu istilah dalam Psikologi Kognitif yang menunjukkan “suatu proses pengetahuan yang dimiliki seseorang untuk menginterpretasikan suatu ransangan yang diterima oleh panca indera.” Persepsi seseorang juga merupakan hasil pengalaman lama dan dipergunakan untuk menginterpretasi pengalaman baru. Pengalaman lama dapat juga disebut dengan “pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya” untuk menginterpretasi pengetahuan baru, kadang-kadang persepsi tepat tapi banyak kurang tepat. Contoh dalam memilih durian yang baik, pengetahuan lama dalam pikiran kita bahwa durian yang baik, empuk, manis, isi tebal, dsb. Indikatornya terlatak pada bentuk duri, warna, bentuk, dsb. Tetnyata pilihan itu tidak benar pada durian yang baru. Pengetahuan selalu berkembang, seiring dengan proses kehidupan seseorang pengetahuan berkembang melalui pengalaman dan menginterprestasinya sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Semakin dangkal pengetahuan dimiliki maka semakin tumpul analisis dan sebaliknya. Pengetahuan berkembang sesuai scemata kognitif yang dimilikinya, belajar dan pengalaman mampu mengembangkan scemata seseorang yang membuatkan sesuatu informasi bermakna. Contohnya, pengetahuan tentang ayam. Tidak punya makna ayam bagi seseorang bila scemata ayam tidak dimiliki atau dangkal scematanya yang menyebab dangkal pengetahuan tentang ayam dan ayam tidak bermakna akan tetapi pengetahuan seseorang tentang ayam luas maka ayam itu bermakna dan ayam memiliki nilai ekonomi dan usaha. Saya menyaksikan penjual ayam yang menjual ayam dengan harga jutaan rupiah karena ayam bagus menurut dia. Zaks, Tversky, dan Iyer (2001) menyebutkan bahwa skema kognitif memain peran penting di dalam tugas- tugas persepsi dan pembentukan struktur pengetahuan di dalam ingatan khususnya mengenai kejadian sehari-hari. Jadi persepsi seseorang dan lainnya tidak sama karena berbeda pengalaman dan pengetahuan awal.

Referensi

1. Suharnan. (2005). Psikologi Kognitif. Surabaya: Penerbit Srikandi.

2. Sternberg, Robert J. (2006). Cognitive Psychology (fourth edition). USA: Thomson Wadsworth.

 

Mental Block

Tinggalkan komentar

Mental block adalah penghambat mencapai kesuksesan. Mental block juga disebut berpikiran negatif, seseorang yang berhasil mencapai kesusesan karena dia tidak berpikiran negatif. Jika seseorang selalu berbikiran negatif dengan pekerjaannya akan menyebab tujuannya tidak tercapai. Seorang pemimpin rapat bermental block tentang sesuatu yang dibicarakan, makan menyebabkan keputusan rapat tidak akan tercapai

Kenapa terjadi mental block? Atau pikiran negatif? Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor; 1) faktor psikologis, seperti trauma yang dialaminya pada masa lalu, 2) kurang kemampuan yang menyebab dia berpikir negatif dan berkata tidak mungkin akan tercapai, 3) kurang percaya diri, sehingga motivasi tidak ada untuk berbuat dan mencapai tujuan, 4) minded atau buruk sangka, kalau saya lakukan begini maka akan begini dan terjadi pekerjaan yang sia-sia.

Orang yang sukses adalah orang yang tidak bermental block, sebesar apapun hambatan akan mampu ditembus. Kesungguhan akan mampu mengatasi mental block, kesempurnaan akan didapatkan melaui pengalaman, ketelitian, kehati-hatian, kesungguhan, percaya diri, dan rasa memiliki.

 

 

Older Entries