Pengertian

Portofolio berasal dari bahasa Inggeris “portofolio” yang artinya dokumen atau surat-surat. Pendapat lain, portofolio berasal dari kata kerja “potare” berarti membawa dan kata benda bahasa latin “foglio”, yang berarti lembaran atau “kertas kerja”. Portofolio tempat berisikan benda pekerjaan, lembaran, nilai dan profesional. Dalam konteks penelitian ini Portofolio adalah koleksi berharga dan berguna berisikan pekerjaan peserta didik yang menceritakan atau menerangkan sejarah prestasi atau pertumbuhan peserta didik.

Portofolio umumnya suatu fakta bahwa peserta didik mengumpulkan, menseleksi dan merefleksi penilaiannya (Sharp, 2006:1). Porotofolio berisikan beragam tugas; disebut juga artifak, antara lain : draft mentah, nilai, makalah, benda kerja, kritik dan ringkasan, lembaran refleksi diri, pekerjaan rumah, jurnal, respon kelompok, grafik, lembaran catatan dan catatan diskusi. Beberapa cara baru seperti: note book, multi media, disket, flashdisk, map lipat, dan file internet (Sharp, 2006:1). Dapat juga diartikan sebagai kumpulan kertas-kertas berharga dari suatu pekerjaan tertentu. Pengertian portofolio di sini adalah suatu kumpulan pekerjaan peserta didik dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan portofolio. Penilaian portofolio juga merupakan penilaian berbasis kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisir yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu, penilaian portofolio tidak saja dapat dilakukan oleh guru di sekolah akan tetapi juga dapat dilakukan oleh orang tua di rumah dalam memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.

Penilaian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran (worten, Baline, R, dan James R, Sanders, 1987 dalam Tayipnafis, 2000; 2-3) menjelaskan bahwa penilaian sebagai dasar untuk:
1. Membuat kebijakan dan keputusan
2. Menilai hasil yang dicapai para peserta didik.
3. menilai kurikulum.
4. Memberi kepercayaan kepada sekolah.
5. Memonitor dana yang telah diberikan.
6. Memperbaiki materi dan program pendidikan.

Kemudian Ralph Tyler (1950; 69) penilaian yang dilaksanakan seorang pembelajar/guru berguna untuk menentukan sampai sejauh mana tujuan pembelajaran telah dicapai.

Djemari Mardapi dkk, (2001) menyebutkan bahwa penilaian portofolio harus memperhatikan beberapa hal, sebagai berikut:

1. Karya dikumpulkan adalah benar-benar karya yang bersangkutan.
2. Menentukan contoh pekerjaan mana yang harus dikerjakan.
3. Mengumpulkan dan menyimpan sampel karya.
4. Menentukan kriteria untuk menilai portofolio.
5. Meminta peserta didik untuk menilai secara terus-menerus hasil portofolionya.
6. Merencanakan pertemuan dengan peserta didik yang dinilai.
7. Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam menilai portofolio.

Barton & Collins (dalam Sumarna Surapranata, dkk., 2006; 25 -26) objek potofolio atau evidence dibedakan menjadi empat macam:

1. Hasil karya peserta didik (artifacts), yaitu hasil karya peserta didik yang dihasilkan di kelas.
2. Reproduksi (reproductions) yaitu hasil kerja peserta didik yang dikerjakan di luar kelas.
3. Pengesahan (attestations) yaitu pernyataan dan hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru atau pihak lainnya tentang peserta didik.
4. Produksi (productions) yaitu hasil kerja peserta didik yang dipersiapkan khusus untuk portofolio.

Menurut Sumarna secara umum portofolio merupakan kumpulan dokumen berupa objek penilaian yang dipakai seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan, atau sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan mengevaluasi perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam perusahaan. Di samping itu evidence peserta didik dapat didemonstrasikan terhadap orang lain sebagai manifestasi yang mereka miliki tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan tujuan pembelajaran.

B. Bahan-Bahan Portofolio

Menurut Sumarna (2006; 39) bahan-bahan yang dapat dijadikan portofolio di sekolah, adalah sebagai berikut:

1. Penghargaan tertulis, misalnya sertifikat mengikuti lomba matematika tingkat kelas, sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi maupun nasional;
2. Penghargaan lisan, guru mencatat penghargaan lisan yang diberikan peserta didik dalam kurun waktu tertentu;
3. Hasil kerja biasa dan hasil pelaksanaan tugas-tugas oleh peserta didik dalam kurun waktu tertentu;
4. Daftar ringkasan hasil pekerjaan, berupa buku catatan peserta didik;
5. Catatan sebagai peserta dalam suatu kerja kelompok;
6. Contoh terbaik hasil pekerjaan, menurut pendapat guru dan peserta didik;
7. Catatan/laporan dari pihak lain yang relevan, antara lain dari teman atau orang lain;
8. Hasil rekapitulasi daftar kehadiran;
9. Hasil ulangan harian atau semester;
10. Prosentase dari tugas-tugas yang selesai dikerjakan; dan
11. Catatan pribadi;
12. Daftar kehadiran;
13. Persentase tugas yang telah selesai dikerjakan;
14. Catatan tentang peringatan yang diberikan guru manakala peserta didik melakukan kesalahan;
15. Audio visual;
16. Video;
17. Disket.

Kemudian dalam proses penyusunan bahan-bahan portofolio mempertimbangkan beberapa faktor, masing-masing;

1. Koleksi: mengumpulkan hasil kerja peserta didik yang menunjukkan pertumbuhan, kemajuan, dan hasil belajar.
2. Organisasi: mengorganisasikan berbagai hasil kerja peserta didik.
3. Refleksi: merenungkan/memikirkan kembali apa yang telah dikoleksi dan diorganisasi.
4. Penyajian: mempresentasikan hasil kerja peserta didik.

Portofolio disusun sedemikian rupa dari hasil kerja peserta didik dengan mempergunakan beberapa pertimbangan dan struktur kerja, karena portofolio tersebut akan membangun daya kreativitas dan struktur berpikir peserta didik, dimulai dari mendiskripsikan informasi primer dan kemudian informasi sekunder serta dipaparkan secara asal-asalan dan tumpang tindih, kemudian mempertimbangkan;

1. Apa-apa saja yang harus dimuatkan ke dalam portofolio?.
2. Hasil karya yang mana yang bersifat wajib dan yang bersifat pilihan?.
3. Siapa yang akan menyeleksi?.
4. Kapan, berapa sering, siapa yang akan mengkaji ulang portofolio?.

http://www.google.co.id/search?q=Pengertian+portofolio&hl=id&client=firefox-a&hs=vW6&rls=org.mozilla: diakses tanggal 6 September 2010.

Bahan-bahan yang dikumpulkan adalah bahan yang dapat memberi informasi tentang perkembangan yang dialami oleh peserta didik, atau bahan itu berguna olah guru sebagai informasi dalam pengambilan keputusan, bahan-bahan di atas dipilih dan ditentukan yang relevan dengan materi pelajaran atau dapat ditambah dengan bebagai bahan lain.

C. Jenis-Jenis Portofolio

Portofolio dilihat dalam jenis dapat digolongkan ke dalam tiga bentuk portofolio, yaitu:

1. Portofolio perkembangan: berisikan koleksi artefak peserta didik yang menunjukkan pertumbuhan seorang peserta didik.
2. Portofolio pamer/showcase: berisikan koleksi artefak peserta didik yang menunjukkan hasil karya terbaiknya.
3. Portofolio komprehensif: berisikan koleksi artefak seluruh hasil karya peserta didik.

Secara kontinum portofolio bertujuan sebagai berikut;

1. Untuk penilaian formatif dan diagnostik, untuk memonitor perkembangan peserta didik dari hari ke hari, dan berfokus pada proses perkembangan peserta didik.
2. Untuk memeberi eviden (bukti) penilaian formal.
3. Untuk mengikuti perkembangan pekerjaan peserta didik, berfokus pada proses dan hasil.
4. Untuk mengoleksi hasil pekerjaan yang telah selesai, berfokus pada penilaian sumatif.

Selanjutnya, portofolio merupakan tugas yang dilaksanakan peserta didik dengan ketentuan berisikan;

1. Rancangan isi dan sleksi dipengaruhi oleh tujuan portofolio.
2. Ada portofolio yang berisikan segala sesuatu yang dilakukan peserta didik.
3. Ada portofolio hanya berisikan beberapa item saja dari yang dilakukan peserta didik.

D. Tujuan Menggunakan Penilaian Portofolio

Tujuan menggunakan penilaian portofolio menurut Suderadjat (2004, 128), Sumarna Surapranata, Muahmmad Hatta (2006; 76) adalah:

1. Dapat menghargai perkembangan hasil belajar peserta didik (prestasi);
2. Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung;
3. Memberi perhatian pada prestasi kerja peserta didik yang terbaik;
4. Bertukar informasi dengan orang tua/wali peserta didik dan guru lain;
5. Meningkatkan efektivitas proses pengajaran;
6. Dapat merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimen;
7. Dapat membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri pada peserta didik;
8. Peserta didik memandang lebih objektif dan terbuka dibandingkan dengan tes tradisional karena peserta didik sendiri ikut menilai hasil kinerja dirinya;
9. Membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan.

Di samping itu portofolio akan dapat menimbulkan beberapa efek positif pada diri peserta didik dan pada diri guru itu sendiri, sehingga proses pembelajaran yang laksanakan guru bersama peserta didik menjadi proses yang menyenang, menarik, kreatif, integratif, dan reflektif. Efek tersebut pada;

Peserta didik
• Peserta didik merasa bangga terhadap hasil karya yang telah dilaksanakan
• Merefleksi strategi kerja
• Menentukan tujuan
• Termotivasi
• Mengontrol pekerjaannya
• Mendapat penguatan
• Terbangun harga diri
• Bekerja sesuai dengan kemampuan

Guru
• Berkesempatan memikirkan kembali pekerjaan peserta didiknya
• Termotivasi mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan peserta didik
• Memperbaharui komitmennya

Tujuan penggunaan portofolio juga akan menciptakan peserta didik merefleksi karyanya, apa, kenapa, dan bagaimana dengan dokumen yang telah dimilikinya. Peserta didik memulai dengan bertanya pada dirinya dan membuatkan mereka merenungkan hasil karyanya dan mampu menilai dirinya. Keuntungan refleksi tersebut, adalah sebagai berikut;

• Mendorong peserta didik merasa memiliki
• Mengarah peserta didik pada pencapaian kompetensi tertentu
• Melatih bekerja dengan data autentik
• Melatih peserta didik untuk mematuhi kriteria
• Peserta didik merefleksikan hipotesis, asumsi, hambatan
• Melatih peserta didik untuk mengecek, apakah pekerjaannya dapat diterima orang lain
• Mendorong peserta didik untuk menyelidiki lebih lanjut
• Memberi peluang peserta untuk menentukan jenis portofolio
• Memberi peluang kepada peserta didik untuk melakukan proses internalisasi dan berpikir secara holistik.

E. Perbedaan Penilaian Portofolio dengan Tes Tradisional

Penilaian portofolio memiliki perbedaan dengan tes tradisonal, penilaian portofolio merupakan ciri khas penilaian pembelajaran berbasis kompetensi, berikut ini akan dapat dilihat perbedaan penilaian portofolio dengan tes tradisional dalam gambar 1 di bawah ini:

Gambar 1
Perbedaan Penilaian Portofolio dan Tes Tradisional

NO PENILAIAN DENGAN PORTOFOLIO PENILAIAN DENGAN TES TRADISIONAL
1 Menilai peserta didik berdasarkan hasil kerja yang berkaitan dengan kinerja yang dinilai. Menilai peserta didik berdasarkan pencapaian tujuan tertentu.
2 Peserta didik ikut serta dalam menilai kemajuan yang dicapai dalam penyelesaian berbagai tugas yang dinilai. Penilaian hanya dilakukan oleh guru beradasarkan masukan yang terbatas.
3 Mewujudkan proses penilaian kolaboratif. Proses penilaian tidak ada kerjasama antara guru, peserta didik, dan orang tua.
4 Bertujuan agar peserta didik mampu menilai diri sendiri. Kemampuan peserta didik dalam menilai diri sendiri bukan merupakan tujuan pembelajaran.
5 Menilai kemajuan, proses, dan pencapaian akhir. Yang dinilai hanyalah hasil akhir.
6 Dapat mengevaluasi kebutuhan, minat, kemampuan akademik, dan karakteristik peserta didik secara individual. Hanya mengevaluasi peserta didik dalam kemampuan kognitif tingkat rendah.
7 Mengembangkan potensi peserta didik dalam melakukan self assessment (keterampilan menemukan kelebihan dan kekurangannya sendiri, serta kemampuan untuk menggunakan kelebihan tersebut dalam mengatasi kelemahannya, yang merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik). Memberikan informasi kepada peserta didik mengenai kemampuan akademiknya, melalui nilai yang diperolehnya setelah mengikuti tes tertentu (formatif, sumatif, EBTANAS).

(Hari Suderadjat, 2004: 129)

Portofolio dan Penilaian

• Jika diberikan kepada guru kelas berikutnya, prioritas artefak yang mengambarkan profil kemampuan peserta didik pada kelas sebelumnya.
• Jika diberikan kepada jenjang sekolah berikutnya, prioritaskan artefak yang mengambarkan profil kemampuan peserta didik pada sekolah sebelumnya.
• Jika digunakan untuk refleksi, prioritaskan artefak yang mendukung penilaian diri dan pertumbuhan.
• Jika digunakan untuk evaluasi program, prioritaskan artefak yang mendukung pengembangan kompetensi.
• Jika digunakan untuk tujuan penilaian, prioritaskan artefak yang memenuhi kriteria kelulusan dan kenaikan kelas.
• Jika digunakan untuk memilih wakil sekolah mengikuti lomba-lomba antar sekolah, prioritaskan artefak yang mengambarkan kemampuan peserta didik pada cabang lomba tersebut.

Portofolio untuk Tujuan Penilaian

Bertujuan:
• Mendapatkan informasi tentang pertumbuhan/kemajuan belajar peserta didik atau potensi pertumbuhan/kemajuan belajarnya.
• Mendapatkan data kemajuan belajar peserta didik yang dapat diproses menjadi nilai rapor atau deskripsi kompetensi peserta didik pada mata pelajaran tertentu.

Contoh

Nilai/angka Misalnya nilai rapor Bahasa Indonesia Nabil pada semester II = 7

Deskripsi singkat Kompetensi yang telah dicapai Nabil:
• Menulis: sudah dapat menulis dengan kata-kata sendiri tetapi gagasannya belum lengkap
• Penggunaan tanda baca sudah mulai tepat
• Membaca: mampu membaca wacana yang sederhana dan tulisannya sendiri
• Berbicara: gagasan dalam diskusi mudah dimengerti kawan-kawannya
Artefak dalam Portofolio • Contoh dua karangan berdasarkan pengalaman nyata
• Contoh surat pada keluarga
• Catatan dari diskusi kelompok

Beberapa hal yang harus disepakati ketika menetapkan portofolio sebagai alat penilaian, orang yang terlibat dengan penilaian portofolio harus menyepakati;

• Apa yang harus diperiksa?
• Siapa yang mengamati portofolio, apakah rekan sebaya, guru, panitia, atauy kepala sekolah?
• Jenis bahan apa yang memiliki manfaat terbesar untuk penilaian?

Gambar 2
Perbandingan Portofolio dan Testing

ASPEK PORTOFOLIO TESTING
Rentang Kompetensi Mampu mengembangkan tentang kompetensi yang lebih luas
Mengambarkan kompetensi yang terbatas
Jangka Waktu Memungkinkan peserta didik membuktikan kemampuan pada priode yang cukup panjang
Peserta didik membuktikan kemampuan dalam situasi test dan dalam waktu yang amat singkat

Suasana Penilaian Dalam suasana alamiah dan wajar
Dalam suasana tes yang dirancang dengan waktu terbatas, di ruang tertentu

Peluang Menilai Diri Memungkinkan peserta didik membahaskan kriteria dan menilai diri sendiri
Peserta didik jarang dilibatkan membahas kriteria dan tidak diberi peluang menilai diri
Perbedaan Individual Memungkinkan peserta didik menunjukkan hasil kerja yang unik
Kurang memberi peluang perbedaan individual
Siapa Penilai Guru dapat melibatkan peserta didik, guru lain, orang tua
Guru sebagai penilai tunggal
Fokus Penilaian Penilaian pada hasil belajar, kesulitan belajar (diagnostik), dan perbaikan
Lebih pada hasil belajar
Kaitan dengan Proses Pembelajaran Berkaitan erat/satu kesatuan dengan proses pembelajaran
Terpisah dari proses pembelajaran
Bukti Produk Menghasilkan produk sebagai eviden (bukti) yang diberi pernyataan tentang pencapaian kompetensi
Menghasilkan skor atau pernyataan tentang pencapaian kompetensi tanpa disertai bukti produk
Waktu Pembuatan Karya Waktu pembuatan dalam waktu yang cukup panjang, sehingga mampu menghasilkan karangan, laporan eksperimen, naskah drama, teks lagu. Waktu terbatas, sehingga tidak memungkinkan hasil-hasil karya yang memadai

Dengan portofolio ini akan menghasilkan produk sebuah mata pelajaran dalam bentuk hasil karya peserta didik yang bermakna dan bermanfaat, sebagaimana contoh-contoh di bawah ini;

Bentuk Hasil Karya Peserta Didik

Agama
• Doa
• Sinopsis bacaan
• Gambar
• Kaligrafi
• Kamus
• Renungan tertulis
• Hikmah
• Puisi
• Dll Kewarganegaraan
• Laporan observasi
• Laporan penyelidikan/penelitian sederhana
• Puisi
• Karangan (prosa)
• Teks lagu
• Naskah sosio drama
• Poster
• Ddll
Bahasa
• Karangan/prosa
• Puisi
• Naskah drama
• Naskah pidato
• Poster
• Sinopsis
• Laporan kunjungan
• Iklan
• Naskah ADT/ART
• Surat
• Catatan dari bacaan
• Abstrak isi buku
• Dll Metematika
• Proyek masalah matematika
• Model teknologi
• Mmaket bangunan
• Ddll
Sains
• Laporan eksperimen
• Gambar model
• Alat teknologi
• Laporan penyelidikan
• Laporan observasi
• Gambar alat yang dibuat
• Tulisan suatu topik sains
• Laporan kunjungan
• Dll Ilmu-Ilmu Sosial
• Laporan observasi
• Laporan penyeldikan/penelitian sedarhana
• Kliping disertai komentar
• Peta
• Model lokasi/bentang alam
• Skala sikap
• Hasil suvei
• Poster
• Skala rating partisipasi dalam diskusi
• Laporan studi wisata
• Dll
Musik
• Program audio (kaset)
• Teks lagu
• Komposisi musik
• Alat musik buatan sendiri
• Dll Keterampilan
• Karya kerajinan tangan
• Tanaman pot
• Tanaman keras
• Jahitan
• Keramik
• Hasil ternak
• Dll

Hasil-hasil karya tersebut dilengkapi langkah-langkah pembuatan, ilustrasi, foto.
Tulisan, ilustrasi, foto tersebut masuk ke dalam maf/folder.

Kegiatan ekstrakurikuler
• Laporan kegiatan Pramuka
• Laporan kegiatan PMR
• Laporan tentang kemping
• Laporan program live-in di desa
• Artikel pada majalah sekolah
• Puisi yang dipentaskan
• Catatan memberikan donasi pada musibah
• Album studi wisata
• Rancangan alat musik buatan sendiri
• Rancangan permainan tradisional
• Ungkapan kesan-kesan mengikuti kegiatan keagamaan
• Lukisan yang dibuat waktu liburan
• Dll

Metematika

Kompetensi
• Berpikir matematis
• Pemecahan masalah
• Hubungan matematis
• Kerja sebagai matematikawan
Catatan jawaban soal yang kreatif

Jawaban dari buku yang tidak terduga

Hasil kerja mata pelajaran lain yang berhubungan dengan matematika

Jawaban soal divergen dari ulangan

Catatan hasil permainan matematika

Rumus yang ditemukan peserta didik

Maket/model bangunan dengan skala

Sejarah

Kompetensi
• Menemukan informsai
• Menginterpretasikan
• Membuatkan hipotesis
• Membuatkan sintesis
• Menilai eviden Garis waktu pribadi

Deskripsi gambar berdasarkan pertanyaan

Laporan wawancara dengan narasumber

Sinopsis topik sejarah

Catatan jawaban pertanyaan dari buku

Catatan singkat observasi

Komentar pada kliping, foto, teks

Kisah sejarah dari aneka peristiwa setempat

Laporan kunjungan ke situs sejarah

http://www.google.co.id/search?q=Pengertian+portofolio&hl=id&client=firefox-a&hs=vW6&rls=org.mozilla: diakses tanggal 6 September 2010.

F. Perbandingan Lembaran Portofolio dengan Lembaran Kliping

Lembaran portofolio merupakan hasil karya peserta didik berupa draft mentah, nilai, makalah, benda kerja, kritik dan ringkasan, lembaran refleksi diri, pekerjaan rumah, jurnal, respon kelompok, grafik, lembaran catatan dan catatan diskusi. Beberapa cara baru seperti: note book, multi media, disket, flashdisk, map lipat, dan file internet. Karya ini direfleksi apa, kenapa, dan bagaimana ditampilkan, berikut ini dapat dilihat perbedaannya;

Gambar 3
Perbandingan antara Potofolio dan Buku Kliping

ASPEK PORTOFOLIO BUKU KLIPING
1. Penampilan Mirip buku kliping Mirip portofolio
2. Isi Hasil karya peserta didi yang diseleksi & dikoleksi dengan bentuk dan tujuan tertentu
Koleksi hasil karya tanpa bentuk & tujuan tertentu
3. Refleksi Isi portofolio direfleksi misalnya mengapa suatu karya dimasukkan
Isi buku kliping tidak direfleksi
4. Penilaian Disajikan dengan maksud diamati pengamat yang dapat membuat penilaian hasil karya yang dikoleksi
Disajikan tanpa maksud diamati dan dinilai

http://www.google.co.id/search?q=Pengertian+portofolio&hl=id&client=firefox-a&hs=vW6&rls=org.mozilla: diakses tanggal 6 September 2010.

G. Langkah-langkah Penilaian Portofolio dan Sumber Belajar

Menurut Fajar (2002: 48) langkah-langkah penilaian dengan portofolio, adalah:

1. Mengidentifikasi masalah yang ada di masyarakat.
2. Memilih suatu masalah untuk dikaji di kelas.
3. Mengumpulkan informasi yang terkait dengan masalah yang dikaji.
4. Membuat portofolio kelas.
5. Menyajikan potofolio/dengar pendapat (showcase).
6. Melakukan refleksi pengalaman belajar.
Di dalam setiap langkah, peserta didik belajar mandiri dalam kelompok kecil dengan fasilitasi dari guru dan menggunakan ragam sumber belajar di sekolah maupun di luar sekolah (masyarakat).

Sumber berlajar atau informasi dapat diperoleh dari :

1. Manusia (pakar, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain-lain).
2. Kantor penerbitan surat kabar, bahan tertulis.
3. Bahan terekam.
4. Bahan tersiar (tv, radio).
5. Alam sekitar.
6. Situs sejarah, artifak dan lain-lain.

Pada sumber berlajar ini para peserta didik dapat mengembangkan keterampilan, seperti mendengar pendapat orang lain, membaca, bertanya, mencatat, menjelaskan, memilih, menimbang, mengkaji, merancang, menyepakati, merumuskan, memilih pimpinan, membagi tugas, beragumentasi, dan lain sebagainya.

G. Contoh Format Penilaian Portofolio

Format penilaian dapat mempergunakan beragam alat penilaian, bergantung pada bentuk hasil kerja, tujuan penilaian, prinsip keterlaksanaannya. Penilaian itu juga dapat mempergunakan daftar cek list, skala likert, skala rating, komentar lisan – tulisan seperti di bawah ini, butir nilai, presentase, tingkatan huruf untuk tiap kriteria.

Contoh 1. Penilaian Portofolio Pendidikan Agama Islam Kelas 6 SD
Kompetensi Dasar
Mengerjakan Puasa Wajib Nama : Alfais
Tanggal : 9 Agustus 2010
Indikator Penilaian

• Menjelaskan pengertian puasa wajib
• Menyebutkan macam-macam puasa wajib
• Melaksanakan puasa wajib

Dicapai Melalui:
• Pertolongan guru
• Seluruh kelas
• Kelompok kecil
• Sendiri
Komentar orang tua

Unsur penilaian dapat dikembangkan dalam bentuk pernyataan lain seperti; jelek sekali, jelek, sedang, baik, baik sekali atau mempergunakan angka 1 s.d. 10 serta dapat juga dilihat penskoran portofolio pada buku saya Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi (2006; 163 – 164).

Pola penilaian di atas lebih mengacu pada penilaian berbasis kelas yang bermanfaat bagi guru, peserta didik, dan orang tua. Manfaat penilaian berbasis kelas bagi guru, adalah;

1. Memberi umpan balik pada program jangka pendek yang dilakukan oleh peserta didik dan guru dalam kegiatan proses belajar sehingga memungkinkan pembuatan koreksi hasil penilaian;
2. Memberi kegunaan hasil pembelajaran peserta didik dengan melibatkan peserta didik secara maksimal;
3. Membantu pembuatan laporan labih bagus dan menaikkan efisiensi pembelajaran; dan
4. Mendorong pembelajaran sebagai proses penilaian formatif yang melibatkan banyak waktu untuk melakukan umpan balik dan perbaikan hasil peserta didik.

Penilaian berbasis kelas sangat bermanfaat bagi peserta didik untuk:

1. Memantau pembelajaran dirinya secara lebih baik;
2. Menitik beratkan pada kebutuhan perubahan kemampuan, keterampilan dan nilai.

Penilaian berbasis kelas sangat bermanfaat bagi orang tua untuk:

1. Mengetahui kelemahan dan peringkat anaknya;
2. Mendorong orang tua peserta didik untuk melakukan bimbingan kepada anaknya;
3. Melibatkan orang tua peserta didik untuk melakukan diskusi dengan guru/sekolah dalam hal perbaikan kelemahan peserta didik.
(Sumarna Surapranata, 2006; 5 – 6)

Contoh 2. Penilaian Portofolio Hasil Penyelidikan

1. Bukti terjadinya proses berpikir.
• Apakah peserta didik telah menyusun dengan rapi satuan-satuan isi portofolio dan data dalam setiap satuan itu?
• Apakah peserta didik telah berusaha membuat dugaan, menjelajah, menganalisis, mencari pola, dsb?
• Apakah peserta didik telah menggunakan materi konkret atau gambar untuk menafsirkan dan memecahkan masalah, atau untuk memperoleh hasil penyelidikannya?
• Apakah peserta didik telah menggunakan alat bantu lain dalam
pemecahan masalah atau penyelidikannya?
(Besarnya skor sama dengan banyaknya indikator yang dipenuhi. Jadi, skor yang mungkin: 0, 1, 2, 3, 4)
2. Mutu kegiatan atau penyelidikan
• Apakah kegiatan atau penyelidikan oleh peserta didik yang dilaporkan dalam portofolio meningkatkan pengetahuan atau pemahaman peserta didik tentang konsep aatau kaidah tertentu?
• Apakah kegiatan membuat portofolio meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menggunakan konsep, cara, atau kaidah tertentu?
• Apakah kegiatan membuat portofolio meningkatkan sikap peserta didik terhadap pelajaran yang bersangkutan?
• Apakah kegiatan atau penyelidikan itu melibatkan beberapa subpokok bahasan?

(Besarnya skor sama dengan banyaknya indikator yang dipenuhi. Jadi, skor yang mungkin: 0, 1, 2, 3, 4)
3. Keragaman pendekatan
• Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa peserta didik menggunakan berbagai pendekatan dalam memecahkan masalah?
• Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa peserta didik melakukan berbagai macam kegiatan atau penyelidikan?

(Besarnya skor sama dengan dua kali banyaknya indikator yang dipenuhi. Jadi, skor yang mungkin: 0, 2, 4)
Contoh 3. Penilaian Portofolio Matematika
Aspek Indikator Skor
Pengetahuan
Matematika Menunjukkan pemahaman tentang semua konsep dan prinsip matematis yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya.
4
Menggunakan istilah dan notasi matematis yang sesuai. 3
Melaksanakan algoritma yang relevan dengan lengkap dan benar 3
Menggunakan istilah dan notasi matematis yang betul. 4
Menunjukkan bahwa peserta didik memahami hampir semua konsep dan prinsip matematis yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya. 2
Tidak berbuat kesalahan yang agak serius dalam hitungan. 3
Mempunyai pemahamannnya luas tentang konsep dan prinsip matematika yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya 3
Ketelitian dalam hitungan dan pejumlahan 4
Strategi
Menggunakan informasi yang relevan dari luar rumusan masalah yang harus dipecahkannya.
0
Berhasil mengidentifikasi semua unsur penting di dalam masalah, dan menunjukkan hubungan yang ada antara unsur-unsur itu. 3
Mencerminkan penggunaan strategi yang cocok dan sistematik dalam memecahkan masalah. 3
Penyelesaian masalah yang digunakan jelas dan lengkap. 3
Mencerminkan penggunaan strategi yang cocok dan pemecahan masalah yang sistematis . 4
Menggunakan informasi yang relevan. 3
Mampu mengidentifikasi unsur-unsur penting dalam masalah yang harus dipecahkannya. 2
Menggunakan strategi berpikir lateral 3
Komunikasi Memberikan tanggapan yang lengkap, serta uraian yang jelas dan tidak meragukan. 4
Membuat gambar atau diagram yang cocok dan lengkap. 2
Menyampaikan gagasannya dengan jelas 3
Menggunakan argumen yang logis dan lengkap. 3
Memberikan contoh atau contoh-kontra. 4
Menyampaikan gagasannya dengan jelas. 4
Uraian yang dibuatnya jelas, atau mudah dipahami. 4
Membuat gambar yang memiliki kaitan dengan masalah yang harus dipecahkannya. 4
Membuat langkah yang benar dalam memecahkan masalah. 3
Jumlah 75

Keterangan Penilaian
4 : Sangat Baik
3 : Baik
2 : Sedang
1 : Kurang
0 : Kurang Sekali