1. Definisi Federal :

Yang dimaksud dengan istilah-istilah “ketidakmampuan belajar tertentu” adalah suatu ketidakberaturan pada satu atau lebih proses psychologikal dasar yang melibatkan pengertian atau penggunaan bahasa, lisan atau tulisan, yang dapat menunujukkan ketidaksempurnaan kemampuan untuk mendengarkan, berfikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja atau membuat perhitungan matematik. Termasuk didalamnya adalah kondisi-kondisi seperti kemampuan persepsi, kerusakan otak, ketidakberfungsian otak secara minimal, dyslexia, dan perkembangan aphasia. Tidak termasuk didalamnya adalah permasalahan belajar yang disebabkan oleh penglihatan, pendengaran, gerak, atau keterbelakangan mental, atau gangguan emosi, atau yang disebabkan oleh ketidakberuntungan secara lingkungan, kultur, atau ekonomi (Amandement IDEA 1997 P.L. 105-17, Juni 4, 1997, 11 star 37 [ 20 U.S.0 s 1401 (26).

2. Definisi National. Joint Commute on Learning Disabilities (NJCLD)

Ketidakmampuan belajar adalah istilah umum yang merujuk kepada kelompok heterogen dari kekacauan yang ditunjukkan dengan kesulitan nyata pada penguasaan dan penggunaan kemampuan mendengarkan , berbicara, membaca, menulis, menalarkan dan matematik.

Kekacauan ini merupakan bagian dari individu, dan disimpulkan disebabkan oleh tidak berfungsinya sistem nery pusat, dan dapat terjadi seumur hidup. Permasalahan dalam perilaku pribadi, persepsi sosial, dan interaksi sosial dapat terjadi pada ketidakmampuan belajar namun tidak dengan sendirinya menjadi-ketidakmampuan belajar. Walaupun ketidakmampuan belajar dapat terjadi berdampingan dengan kondisi-kondisi cacat lainnya (misalnya, kerusakan sensori, keterbelakangan mental, gangguan emosi yang serius) atau dengan pengaruh luar (seperti pembedaan kultur, petunjuk yang tidak cukup atau tidak benar), mereka bukanlah akibat dari kondisi-kondisi atau pengaruh-pengaruh tersebut (NJCLD, 1990).
3. Kesulitan belajar adalah : Suatu gangguan dalam satu atau lebih proses psikologis dasar dan penggunaan bahasa ujaran atau tulisan. Gangguan tersebut berupa kesulitan mendengarkan, berpikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja atau berhitung. Masalah utamanya akibat adanya gangguan perseptual, luka pada otak, disleksia dan afasia perkembangan, namun tidak mencakup anak-anak yang memiliki problema belajar yang berasal dari hambatan penglihatan, pendengaran, motorik, tuna grahita, gangguan emosional, kemiskinan lingkungan, budaya atau ekonomi. (The United States Office of Education, 1977 dalam Hallahan, Kauffman, LIoyd, 1985).

Sekelompok kesulitan yang dimanifestasikan dalam bentuk kesulitan yang nyata dalam kemahiran dan penggunaan kemampuan mendengarkan, bercakap-cakap, membaca, menulis, menalar, atau kemampuan dalam biding studi matematika. Gangguan tersebut bersipat instrinsik dan disebabkan oleh adanya disfungsi sistim syaraf pusat. Meskipun kesulitan belajar mungkin terjadi bersamaan dengan adanya kondisi lain yang mengganggu (misalnya gangguan sensoris, tunagrahita, hambatan emosional) atau berbagai pengaruh lain (misalnya perbedaan budaya, pembelajaran yang tidak tepat ataupun faktoran emosi .

Lain(misalnya perbedaan budaya, pembelajaran yang tidak tepat ataupun faktor psikologis), namun berbagai hambatan tersebut. bukan penyebab atau pengaruh langsung (Hamill et al, 1981). Suatu kondisi kronis yang diduga bersumber pada kondisi disfungsi neurologis, yang secara khusus mengganggu perkembangan, integrasi dan atau kemarnpuan verbal dan atau non verbal. Kesulitan belajar ini tampil sebagai suatu kondisi ketidak mampuan yang nyata pada orang-orang superior, yang memiliki yang taraf inteligensi rata-rata hingga superior, yang memiliki sistem sensorik dan kesempatan belajar yang cukup. Berbagai kondisi tersebut bervariasi dalam perwujudan dan derajatnya. Kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap harga diri, pendidikan, pekerjaan, sosialisasi dan atau aktifitas kehidupan sehari-hari sepanjang kehidupan (Association for Children and Adult with Learning Disabilities dalam Lovitt, 1989, dari Dr. Mulyono Abdurrahman, 1995).