Sudah lama masyarakat mendambakan kesejahteraan dan kemakmuran menghampiri mereka, sudah berapa kali pergantian pimpinan mulai dari berpangkat matahari sampai berpangkat bintang, negeri ini hanya seperti dulu, arti tidak menampak perubahan walaupun di dalam kempanye ingin mengangkat rakyat dengan besik kerakyatan, itu haya sebatas mimpi-mimpi. Pemimpin tidak mampu membuka belenggu kemiskinan rakyat dan memperkaya diri, hanya duduk di ruang ber AC dengan fasilitas serba lengkap, dan berwacana kosong (No Action). Kenapa janji-janji dulu sebelum menjadi pemimpin tidak dievaluasi? sehingga janji-janji terujud. Dalam al-Qur’an manusia diwajibkan menyempurnakan janji (‘aufu bil’ukud). Sekarang engkau kembali mencalon diri lagi, kernapa engkau tidak mencalon di  negeri seberang sana yang setiap minggu engkau jalinkan silaturrahmi? apakah di negeri seberang itu tidak menjanjikan? apakah masyarakat di Merangin ini mudah dipaintong? Sadarlah he kawan, besok atau lusa kamu sudah tiada. Karyamu dan kesanmu yang baik sangat diharapkan walaupun pusaramu tidak di Merangin akan tetapi namamu selalu dalam benak orang-orang dan masyarakat merangin. Tulisan ini dituangkan atas keprihatinan atas derita masyarakat Merangin yang jauh dari kesejahteraan dan kemakmuran.