100_6080Pengetahuan sering membicarakan realitas dan kebenaran, sering pula kita mengatakan bahwa pengetahuan itu suatu realitas. Dalam pandangan kontruktivisme pengetahuan itu bukanlah sebuah realitas secara umum dan kita tidak pernah mengerti realitas sesungguhnya secara ontologis (Paul Suparno, 1997; 21). Selanjutnya, realitas dikatakan tidak pernah ada secara terpisah dari pengamatan, Bettencourt 1998 (dalam Paul Suparno, 1997; 21) menyebutkan apa yang kita ketahui bukanlah suatu realitas “di sana” yang berdiri sendiri.

Pada bagian lain mengatakan pengetahuan akan membicarakan kebenaran, bagaimana pula kita tahu bahwa pengetahuan yang kita pelajari itu benar? menurut konstruktivisme bahwa pengetahuan benar bila sesuai dengan kenyataan. Misalnya, pengetahuan seseorang tentang “ayam hitam” adalah benar bila dalam kenyataannya memang ayam itu hitam dan tidak ada bulu lain (Paul Suparno, 1997; 22).