Praktik pembelajaran kontekstual meliputi; (1) peserta didik aktif belajar; (2) peserta didik belajar dari satu peserta didik ke peserta didik lain melalui kersama, tim kerja, dan refleksi diri; (3) pembelajaran hubungan dengan dunia nyata dan atau isu-isu simulasi dan masalah-masalah yang bermakna; (4) peserta didik bertanggung jawab untuk memantau dan mengembangkan pembelajaran mereka sendiri; (5) menghargai pendekatan konteks kehidupan peserta didik dan pengalaman-pengalaman peserta didik sebelumnya merupakan dasar dari pembelajaran; (6) peserta didik merupakan partisipasi yang aktif di dalam peningkatan masyarakat; (7) pembelajaran peserta didik dinilai dengan berbagai cara; (8) perspektif dan pendapat peserta didik memiliki nilai dan dihargai; (9) pembelajar bertindak sebagai fasilitator dalam pembelajaran peserta didik; (10) pembelajar menggunakan berbagai teknik pembelajaran yang tepat; (11) lingkungan pembelajaran dinamis dan menyenangkan; (12) menekankan pada berpikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah; (13) peserta didik dan pembelajar disiapkan untuk bereksperimen dengan pendekatan-pendekatan kreativitas seseorang; (14) proses pembelajaran sama pentingnya dengan konteks yang dipelajari; (15) pembelajaran terjadi dalam seting dan konteks ganda; (16) pengetahuan merupakan antar disiplin dan diperluas tidak hanya sebatas di dalam kelas; (17) dosen/guru menerima perannya sebagai pembelajar juga; (18) peserta didik mengidentifikasi dan memecahkan masalah dalam konteks baru (Schell dalam Direktorat Pendidikan Umum, 2002; 21-22).