Pengalaman merupakan guru yang paling baik, pengetahuan hasil bentukan pengalaman seseorang dan semakin kaya pengalaman seseorang, maka semakin banyak pengetahuan yang dia miliki. Pengetahuan bukan benda yang sudah jadi, akan tetapi merupakan proses yang terus menerus sehingga pengetahuan terkonstruksi, pengetahuan membutuhkan updating dan pembaharuan karena pengetahuan bukan suatu yang konstan dan akan berubah sesuai kebutuhan dan lingkungan ketika itu.

Pengetahuan masa lalu, boleh jadi tidak sesuai dengan kebutuhan sekarang dan banyak pengetahuan masa lalu yang masih tetap terpakai pada masa kini karena pengetahuan itu pleksibel, pengetahuan yang tidak pleksibel hanya terpakai di kala itu saja. Pengetahuan akan lebih dalam dikuasai oleh seseorang bila seseorang mengekplornya lebih dalam, sebaliknya pengetahuan yang dangkal karena seseorang tidak mendalami secara mendalam, misalnya seorang dokter spesialis memiliki pengetahuan khusus dan dokter umum memiliki pengetahuan bersifat umum.

Pembentukan pengetahuan terbagi tiga cara.Pertama; pembentukan secara personal, artinya pengetahuan akan dibentuk oleh diri sendiri dan bukan bentukan orang lain, guru bukanlah pembentuk pengetahuan kepada peserta didik, akan tetapi menginformasikan pengetahuan kepada peserta didik dan peserta didiklah yang menterjemahkan informasi yang diberikan guru dengan cara mereka sendiri, maka oleh sebab itu masing-masing peserta didik berbeda dalam mengkonstruksikan pengetahuan karena sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Kedua; pengetahuan dibentuk secara sosiologis, masyarakat dan interaksi sosial akan mengkonstruksikan pengetahuan seseorang, dan. Ketiga; pengetahuan dibentuk secara sosiokultural, personal dan sosial memiliki hubungan terkait dalam membetukkan pengetahuan seseorang.