Pada tahun 1945, setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Wakil Presiden RI Muhammad Hatta melakukan kunjungan ke kota Bangko dan melaksanakan rapat umum yang dihadiri pemuda-pemuda dari berbagai dusun dalam wilayah kewedanaan Bangko. Dalam rapat umum Muhammad Hatta menyampaikan amanat yang disambut dengan antusias oleh masyarakat dengan sahutan; merdeka-merdeka-merdeka. Dalam amanatnya Muhammad Hatta mengatakan “sekali merdeka tetap merdeka, daripada dijajah lebih baik mati berlumur darah.” Dalam pidatonya juga beliau mengamanahkan jika kita telah merdeka 25 tahun, maka di gunung-gunung seluruh Indonesia sudah ada listrik dan radio yang dinikmati oleh masyarakat. Kemerdekaan adalah jembatan emas. Selesai rapat umum, Muhammad Hatta terus melanjutkan perjalanannya ke Muara Bungo serta meneruskan perjalanannya menuju kota Bukittinggi.

(SumberĀ  : Catatan kecil Zakaria Kasim)