Apakah dibenarkan ambisi dalam kehidupa?

Ambisisi dalam diri seseorang sangat diperlukan karena ia mampu mendorong power diri untuk berbuat, jika ambisi sirna maka seseorang akan kehilangan power. Tetapi ambisi itu harus dikendalikan oleh akal atau ratio, jika tidak dapat dikendali, ia ibarat mobil bergerak tanpa sopir, akan menabrak apa yang ada di depannya. Orang ambisi dapat mencapai hasil sesuai tujuan yang direncanakannya tetapi orang ambisius memiliki semangat over yang kadang-kadang lepas kontrol atau bersifat emosional yang hasilnya kurang maksimal karena sudah dikontaminasi oleh unsur emosi negatif atau dia lebih mementing nama daripada makna yang dicapai. Ambisius lebih senang pada pujian, kepuasan, dan pencapaian tujuan lahiriah (fisik) dibanding pencapaian bathiniah (keikhlasan) dan kesederhanaan atau qanaah. Wah dan glamor sangat identik dengan pekerjaan ambisius.