Meskipun tidak dibuat secara eksplisit dalam model ekonomi dari pendidikan, instruktur sering dianggap sebagai pelaku produksi. Asumsi ini khususnya dikemukakan ketika pelajar dianggap sebagai pelanggan. Ketika menggunakan perumpumaan ini, instruktur secara tegas dipendang sebagai pemberi jasa terhadap klien. Bagaimanapun, seperti sudah dibahas sebelumnya, pandangan kontemporer tentang proses belajar menggangap pelajar sebagai produsen. Tidak ada pelajaran tanpa keinginan dan partisipasi aktif dari pelajar. Lebih daripada sekedar menerima servis, pelajar biasanya menciptakan produk-apa yang diperolehnya melalui pelajaran-terkadang dengan bekerjasama dengan instruktur dan terkadang tidak.

peran instruktur masih luas – menyiapkan keadaan yang dibutuhkan (instruksional khususnya motivasional) untuk pelajaran yang berhasil – akan tetapi bukan yang utama. Maka, bagi model ekonomi untuk bisa menyerupai situasi pada dunia nyata, pelajar harus dipandang paling tidak sebagai asisten produsen dari pencapaian pelajaran. Bagian proses dari model harus melibatkan pelajar dan harus mempertimbangkan ciri-ciri psikologis dan keadaan psikologis mereka.